Perbincangan tentang MMM
Oleh Surijanto Kumala pada 18 Januari 2014 pukul 18:36
Abal Hisyam
shearing dari partisipan saya saat prospek temannya bisa jadi muhasabah teman2 semua ustadz Guru Anom( abdullah hadits) inilah dialognya:
MMM AKAN DIBEKUKAN NEGARA.
Saat ana bertemu dengan kawan seorang pemain MLM yang memiliki ratusan downline, berlokasi di daerah Sei andai, ana sempatkan untuk sharing tentang MMM.
Terjadilah perbincangan spti ini :
1. Dari mana MMM ini?
Dari seorang bapak dunia Mavrodi, yang memiliki jiwa sosial sangat tinggi dan dibuktikan dengan ketulusan beliau mendirikan MMM tanpa menarik uang dari member.
2. Apa produknya?
Gak ada.
3. Legalitasnya gmn?
Gak ada legalitas.
4. Trus gmn kalau nanti ada apa-apa?
Siapa takut. Akan dihadapi bersama-sama.
5. Suatu saat jika MMM merugikan bank, semua orang mengalihkan uang di bank ke MMM maka bank akan bangkrut.
Ana gak akan pernah merasa dirugikan sedikitpun jika bank bangkrut. Tetapi yang tjdi, bank sangat diuntungkan dengan MMM, terutama ATM-ATM laku keras.
6. Kalau MMM mengecewakan masyarakat, pasti MMM akan dibredel oleh negara seperti yang lain-lain.
MMM tak pernah merugikan masyarakat, justru mengangkat masyarakat bawah mjd lbh sejahtera hdupnya.
7. Kok tahu?
Ya, karena mereka sudah membuktikan. Dan anda akan membuktikan sendiri jika bergabung.
8. Saya akan bergabung jika jelas kehalalannya. Misalnya bukan riba.
Justru anda akan tahu ini halal atau haram jika sudah bergabung. Riba selalu berhubungan dengan jual beli dan utang piutang. Kalau beri memberi, hadiah menghadiahi, saling hibah tanpa paksaan, gak bisa dimasukkan dalam kategori riba.
9. Takutnya nanti tiba-tiba seluruh anggota kecewa dengan system ini dan melabrak saya sebagai leader.
Itunkan jika mereka kecewa? Jika kenyataannya mereka hidupnya tambah makmur?!
10. Tetap saja saya takut jika system MMM ini dibekukan pemerintah. Karena jika uang yang terkumpul sudah tak terhitung lagi, maka siapa yang menjamin uang tersebut?
MMM memang hanya untuk orang yang berani. Gak ada yang menjamin uang tersebut, dan uang tersebut tak pernah terkumpul. Jadi tak akan ada istilah MMM dibekukan pemerintah.
Jika pemerintah macam-macam, akan berhadapan dengan saya.
Maksudnya akan saya prospek.
11. Tetap saja saya takut, jika saya masuk di sini siapa yang akan menjamin keamanan uang saya?!
Maaf sebelum panjang lebar, kira-kira andaikan anda bergabung, berapa sih siap membantu?
12. Ya misalnya 1 juta.
Hehehe, satu juta?! Adakah di dunia mengeluarkan modal 1 juta, ada yang menjamin?! Jangankan 1 juta, 50 jutapun gak ada yang mau menjamin uang anda. Misalnya anda dirikan toko atau kios modal 100 juta, kemudian bangkrut, ada gak yang menjamin?! Ngimpi..
13. Iya juga sih, tetapi saya tetap saja takut. Yang lalu-lalu kita sering tertipu. Modusnya memang menawarkan yang enak-enak. Ya seperti anda ini.
Maaf, di MMM tak ada sedikitpun celah untuk menipu. Biasanya yang nipu-nipu itu pasti kita suruh setor duit ke pengelola atau perusahaan, MMM gak butuh duit kita, yang punya MMM udah kebanyakan duit, wong beliau malah bikin duit sendiri, ngeprint sendiri. Gak butuh dengan uang receh kita, makanya beliau tulus menolong mendirikan MMM ini.
(Orangnya garuk-garuk kepala kehabisan bahan, nah sebelum dianbilang "saya takut" lagi, saya segera tunjukkan bukti riil transferan PH dan GH.
Terus ana tanya, maaf rumah anda ini kreditnya perbulan berapa?!
Entah sadar atau tidak, dia menjawab sekian sekian.)
Lalu ana katakan, hidup anda justru terbelenggu dengan riba, karena kredit rumah anda adalah riba yang riil.
13. Yach gimana lagi terpaksa. Kalau beli cash mana bisa punya rumah. Smentara kalau di bank syariah, mahalnya selangit.
Saudaraku....kreditan anda tetap harus anda bayar, karena hutang, nah bergabunglah dengan kami di MMM, insya Allah dengan PH 3 juta sja, kreditan anda tak lagi menjadi fikiran lagi. Niatlah kuat-kuat bahwa anda ingin segera terbebas dari riba, jadilah manager di MMM, anda akan berpotensi menghasilkan 80 juta per bulan, dan bisa berbuat banyak hal untuk menolong diri dari dan keluarga dari riba, membantu mngentaskan kemiskinan, dan hidup bahagia tanpa belitan hutang dan riba bank la'nat. Dan anda pasti bisa mewujudkan hal itu karena anda seorang leader, di luar sana orang biasa-biasa nggak sekolah aja bisa jadi manager sukses kok.
14. Terima kasih atas informasi yang sangat berharga ini, saya akan fikirkan dan jika saya ok, saya pasti akan gabung.
Ok, minta data KTPnya ya, jadi andaikan nanti gabung cepet daftarin anda. Berapa nomor hp anda, ni nmor saya.
( Setelah dialog itu, closing dengan suasana cair, dan setelah minum teh gratis, ana pamit pulang dengan Mas Ebet, kawan akrab saya).
Mudah-mudahan gak ada yang nanya ini wawancara beneran apa untuk menguntungkan diri sendiri?
Yang bilang gitu tak ajak ke rumah orangnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar